Kamis, 02 Agustus 2012

Ini Dia 5 Makanan Baru untuk Otak Anda!


img

Otak merupakan organ utama yang mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Jika otak Anda sehat maka hal itu akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu. Oleh karena itu agar tetap sehat maka otak harus diberi makanan yang sehat pula.

Kalau soal makanan otak, biasanya orang-orang cenderung memilih bluberi, bayam atau makanan yang kaya asam lemak omega 3. Namun tahukah Anda bahwa ada jenis makanan lain yang bisa mendorong kemampuan otak sekaligus melindunginya dari berbagai penyakit?

Agar tak penasaran, cek 5 makanan baru untuk otak seperti dikutip dari menshealth, berikut ini.

1. Bawang
Dalam sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Nutrition, peneliti memberi makan sejumlah tikus dengan makanan biasa dan beberapa tikus lainnya dengan makanan yang diberi suplemen ekstrak bawang.

Lalu ketika peneliti menginduksikan penyakit stroke ke dalam seluruh tubuh tikus maka kelompok tikus yang diberi makan bawang secara signifikan menderita kerusakan otak lebih sedikit dibandingkan kelompok satunya.

Alasannya adalah adanya enzim antioksidan seperti catalase dan glutathione peroxidase yang terkandung di dalam bawang. Kedua antioksidan ini mampu menghambat pembentukan radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS), senyawa yang dapat merusak pelindung otak selama terjadinya stroke.

2. Telur
Kolin, zat gizi yang ditemukan di dalam telur, daging ayam dan kidney bean (kacang merah besar) bisa melindungi otak seiring dengan pertambahan usia orang yang memakannya. Hal ini dikemukakan dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun lalu di American Journal of Clinical Nutrition.

Dari hampir 1.400 partisipan dewasa yang diamati, peneliti menemukan bahwa orang yang asupan kolinnya tertinggi menunjukkan performa yang lebih baik dalam tes daya ingat dan tidak cenderung memunculkan gejala-gejala penyakit pembuluh darah di dalam otak yang dapat berkontribusi terhadap demensia.

Kolin juga dibutuhkan untuk membuat salah satu jenis neurotransmitter yaitu asetilkolin yang memainkan peranan penting dalam memelihara kesehatan memori dan otak. Jumlah kolin yang direkomendasikan bagi pria adalah 550 miligram perhari atau sama dengan lima telur rebus.

3. Kopi
Menurut peneliti dari University of South Florida, AS, kopi berkafein bisa membantu melindungi otak Anda dari penyakit Alzheimer. Dalam studi ini, peneliti memberi makan sejumlah tikus yang sengaja dibiakkan mengidap penyakit Alzheimer dengan kopi berkafein, kopi bebas kafein atau kafein saja.

Peneliti menemukan bahwa asupan kopi rutin meningkatkan kadar hormon pendorong kemampuan otak (granulocyte colony stimulating factor/GM-CSF) yang mampu mengurangi gejala-gejala penyakit Alzheimer pada tikus-tikus tersebut. Hormon ini juga memicu produksi neuron-neuron baru dan menciptakan koneksi antarneuron.

Kunci untuk mendapatkan manfaat ini adalah jumlah kopi yang Anda minum dan untuk itu Anda memerlukan empat cangkir kopi setiap harinya.

4. Jeruk
Orang yang makan dua jeruk atau lebih setiap harinya selama 14 tahun berisiko terserang penyakit stroke 10 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang makan jeruk kurang dari 2 buah setiap harinya. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2012 yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke.

Manfaat ini didapatkan berkat adanya senyawa khusus yang ditemukan pada jeruk dan anggur bernama flavonoid. Senyawa ini dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan memiliki efek anti-peradangan sehingga risiko stroke yang terjadi akibat pembekuan darah bisa berkurang.

Untuk mendapatkan manfaatnya, makanlah buah jeruk secara utuh. Jika dijus, biasanya jeruk akan ditambah dengan gula sehingga mengurangi optimalisasi pemanfaatannya.

5. Anggur
Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2011 yang dilaporkan dalam Journal of Alzheimer's Disease, kandungan dalam biji anggur bisa membantu melawan penyakit Alzheimer. Peneliti menemukan bahwa ekstrak biji anggur merah secara signifikan mampu mengurangi kadar protein yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit tersebut pada tikus.

8 Pemicu yang Bikin Tubuh Berkeringat Hebat



img

Berkeringat diperlukan oleh untuk menjaga suhu tubuh agar tetap dingin. Tetapi jika keringat yang keluar dalam debit yang tinggi atau berlebihan, akan membuat diri Anda kegerahan dan tidak percaya diri di tengah-tengah banyak orang.

Produksi keringat yang berlebih dapat dipicu oleh faktor eksternal seperti makanan atau minuman tertentu.

Berikut adalah 8 hal yang dapat membuat tubuh Anda berkeringat, yaitu:

1. Kopi panas

Kopi dapat meningkatkan keringat melalui dua cara yaitu yang pertama kafein merangsang sistem saraf pusat untuk mengaktifkan kelenjar keringat, sehingga semakin banyak kafein yang Anda konsumsi, maka akan semakin banyak produksi keringat.

Yang kedua, panas dari minuman tersebut sendiri dapat membuat tubuh Anda merasa cukup panas dan berkeringat. Aspek panas ini berlaku untuk semua jenis minuman panas, terlepas dari kandungan kafein atau tidak.

2. Kain sintetis

Mengenakan pakaian yang terbuat dari kain sintetis seperti polyester dan akrilik dapat memicu tubuh mengeluarkan keringat yang berlebihan. Jadi hindari mengenakan pakaian yang terbuat dari kain sintetis ketika sedang berada dalam acara yang penting.

Tujuan utama dari berkeringat adalah untuk mendinginkan suhu tubuh. Kain sintetis mencegah keringat menguap, yang pada gilirannya meningkatkan upaya tubuh untuk mendinginkan diri. Sebaliknya gunakan kain dengan bahan alami, seperti katun atau sutra, untuk membuat Anda tetap kering.

3. Makanan Pedas

Makan makanan pedas dapat meningkatkan produksi keringat. Otak Anda sebenarnya bereaksi terhadap capsaicin, zat yang membuat cabe bersifat panas yang dapat mengaktifkan kerja kelenjar keringat. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki reaksi yang sama terhadap makanan pedas.

4. Tabir surya

Setelah memakai tabir surya, Anda akan merasa berkeringat. Hal itu bukan dikarenakan oleh suhu luar yang panas, tetapi tabir surya menciptakan penghalang pada kulit yang membuat keringat sulit menerobos lapisan penghalang itu dan membuat Anda berkeringat kegerahan.

Keringat keluar melalui kelenjar di kulit dan tidak dapat keluar jika tertahan oleh lapisan tabir surya. Tapi lebih baik menggunakan tabir surya jika harus berada di bawah terik sinar matahari untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet yang menyebabkan kanker kulit.

5. Premenstruation Syndrome (PMS)

Pada beberapa wanita, tingkat estrogen yang turun begitu rendah pada hari-hari sebelum menstruasi dapat menyebabkan seseorang merasa kepanasan. Meskipun hal lebih sering terjadi pada wanita perimenopause, tetapi juga dapat terjadi pada wanita yang kadar hormonnya berubah-ubah secara dramatis.

6. Minuman beralkohol

Para ahli menyatakan bahwa alkohol justru membuat Anda panas melalui proses yang disebut vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah yang meningkatkan temperatur kulit. Pada gilirannya, otak mengirim sinyal kepada kelenjar keringat untuk melakukan pendinginan tubuh melalui berkeringat.

7. Rokok

Nikotin dalam rokok juga menyebabkan Anda mudah berkeringat karena mempengaruhi kadar hormon, kulit dan otak. Nikotin meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh, yang semuanya keringat memicu.

Sayangnya, penarikan atau usaha untuk melepaskan diri dari kecanduan nikotin juga dapat menyebabkan seseorang berkeringat. Tetapi orang yang ingin berhenti merokok harus mengetahui bahwa itu hanya efek samping sementara yang terjadi selama kurang dari dua minggu dan bermanfaat dalam jangka panjang.

8. Obat

Obat tertentu dapat membuat Anda berkeringat. Berkeringat umumnya merupakan efek samping dari obat tekanan darah, antidepresan, obat anti-inflamasi dan beberapa obat diabetes. Jika resep harian obat yang Anda konsumsi tampaknya memicu produksi keringat berlebih, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan merek obat yang berbeda atau mengubah dosis.

Cara-cara Menjauh dari Diabetes


img

Belakangan penyakit diabetes tampaknya sudah menjadi epidemi akibat semakin menyimpangnya pola makan dan pola hidup masyarakat dunia. Risikonya pun hampir tak terhindarkan lagi.

Oleh karena itu para ilmuwan berlomba untuk menemukan berbagai faktor dan metode yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penderita penyakit tersebut.

Salah satunya ditunjukkan sebuah studi baru dari Thailand yang menunjukkan bahwa kandungan dalam bumbu utama kari yaitu kunyit dapat membantu menjauhkan diri Anda dari risiko penyakit yang mempengaruhi gula darah tersebut.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care tersebut menemukan bahwa orang-orang yang tergolong dalam kelompok pradiabetes dan mengonsumsi kapsul kurkumin, senyawa yang ditemukan di dalam kunyit, berisiko terserang penyakit diabetes tipe 2 lebih kecil dibandingkan penderita yang tidak minum kapsul tersebut.

"Studi ini mendemonstrasikan bahwa campur tangan kurkumin pada populasi pradiabetes mungkin bisa saja bermanfaat," kata peneliti.

Studi ini melibatkan 240 penderita pradiabetes yang diminta untuk mengonsumsi kapsul kurkumin ataupun plasebo selama 9 bulan. Peneliti mengikuti perkembangan partisipan pada bulan ke-3, ke-6 dan ke-9.

Pada bulan ke-9, 16,4 persen partisipan yang mengonsumsi plasebo justru mengidap diabetes tipe 2. Sebaliknya pada kelompok partisipan yang mengonsumsi kurkumin tak ada satupun yang terserang diabetes.

Namun selain kari, ada juga bahan makanan dan faktor lain yang bisa mempengaruhi risiko diabetes Anda.

Untuk lebih jelasnya, simak pemaparan singkatnya seperti dilansir dari huffingtonpost, berikut ini.

1. Makan Keju
Meskipun reputasi kesehatan dari keju kurang begitu bagus, namun studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa penggemar keju sebenarnya berisiko terkena diabetes 12 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak suka makan keju.

Selain itu, orang yang lebih banyak makan keju, susu fermentasi dan yogurt dalam studi ini berisiko terserang diabetes lebih rendah daripada orang yang konsumsi ketiganya namun porsinya lebih sedikit.

2. Makan Kacang
Peneliti dari Louisiana State University Agricultural Center menemukan bahwa orang-orang yang rutin makan kacang seperti pistachio, walnut, almond dan kacang mede memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih rendah, sama halnya dengan penyakit jantung dan sindrom metabolik lainnya.

Peneliti juga menemukan bahwa konsumsi kacang dapat menurunkan tingkat 'penanda' peradangan yaitu C-reactive protein (yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya) dan sebaliknya meningkatkan kadar kolesterol 'baik'.

Lebih dari itu, orang yang rutin makan kacang-kacangan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak melakukannya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition.

3. Jalan Kaki
Meluangkan waktu sejenak untuk berjalan kaki setiap harinya akan menurunkan risiko diabetes pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena diabetes akibat jarang berolahraga.

Peneliti dari University of Washington dan University of Pittsburgh menemukan bahwa orang yang paling banyak berjalan kaki dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care ini memiliki risiko diabetes 29 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jalan kakinya paling sedikit.

4. Makan Apel dan Bluberi
Menurut American Journal of Clinical Nutrition, pemakan buah-buahan seperti apel, pir dan bluberi memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih rendah. Hal ini karena studi yang didasarkan pada pola makan dari 200.000 partisipan ini menemukan bahwa buah-buahan semacam ini mengandung antosianin.

5. Istirahat Cukup
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Children's Hospital of Philadelphia dan dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa remaja obesitas yang mendapatkan waktu tidur yang memadai memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Dalam studi ini, peneliti melibatkan 62 remaja obesitas.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa tidur antara 7,5-8,5 jam semalam dapat menstabilkan kadar glukosa dalam darah. Namun tidur melebihi atau kurang dari jam itu justru menyebabkan peningkatan kadar glukosa.

6. Makan Buah dan Sayuran yang Bervariasi
Makan berbagai jenis buah dan sayuran juga bisa menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care dan melibatkan 3.704 orang tersebut, peneliti menganalisis perbedaan dari seberapa banyak buah dan sayuran yang dimakan dan seberapa bervariasi buah dan sayuran yang dimakan terhadap status penyakit diabetes tipe 2 partisipan.

Hasilnya, partisipan yang makan paling banyak jenis buah dan sayuran berisiko terserang diabetes lebih rendah.

7. Minum Kopi
Peneliti dari China baru saja menemukan bahwa kopi bisa menghentikan protein yang dikaitkan dengan perkembangan diabetes tipe 2 di dalam tubuh atau sama halnya dengan menurunkan risiko penyakit tersebut.

Ini Dia Makanan yang Bisa Memicu Nafsu Makan Gede


img

Bagi orang yang sedang berupaya menurunkan berat badan, makanan yang dapat memicu nafsu makan harus dihindari karena bisa membuatnya makan lebih banyak. Namun sebaliknya, bagi yang sedang menaikkan angka di timbangan, makanan berikut bisa sangat membantu.

Berikut beberapa makanan yang bisa memicu nafsu makan.

1. Makanan yang dihias (garnish)
Banyak penelitian yang memvalidasi bahwa makanan yang terlihat cantik akan membantu meningkatkan nafsu makan. Jika tampilan dan nuansa dari makanan menarik, pasti akan membuat rasa lapar Anda semakin besar dan sangat ingin memakannya.

2. Makanan yang beraroma sedap
Brokoli sangat sehat tapi sangat sulit membuat orang menyukainya dibandingkan dengan kebab yang memiliki aroma menggoda. Aroma adalah faktor utama yang membuat orang terpicu untuk makan suatu makanan. Meski enak bila aromanya kurang menggoda, maka makanan itu pun tak mendapat perhatian lebih.

3. Makanan segar
Tentu saja makanan yang baru matang lebih menarik ketimbang makanan yang sudah layu karena sudah dimasak berjam-jam lalu. Buah dan sayur yang segar juga lebih menarik serta memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak.

4. Makanan berwarna merah
Menurut Feng Shui, warna dapat sangat mempengaruhi nafsu makan. Anda mungkin akan lebih tertarik dengan makanan cepat saji karena banyak mengandung bahan yang berwarna merah.

Merokok Sambil Ngopi, Kombinasi Dahsyat Perusak Jantung



img
 
Bagi sebagian orang, merokok sambil minum kopi adalah kenikmatan yang tidak ada bandingnya. Namun menurut dokter jantung, kenikmatan yang didapat dari kombinasi kopi dan rokok sebanding dengan risikonya yakni mempercepat kerusakan jantung.

Terkadang, menghisap rokok sambil minum secangkir kopi kental dianggap bukan cuma soal rasa melainkan juga pencitraan. Banyak yang menganggap rokok dan kopi hitam sebagai simbol kejantanan, sehingga laki-laki akan merasa makin gagah kalau sedang menikmati keduanya.

"Kopiku kental, rokokku apalah itu. Salah itu, nikotin memacu kerja jantung jadi lebih cepat, padahal kafein juga sama efeknya," kata Dr H Aulia Sani, SpJP(K) FJCC, FIHA, FASCC, ahli jantung dari RS Sahid Sahirman saat ditemui di tempat kerjanya,
Karena efeknya sama, maka kafein dalam kopi serta nikotin dalam rokok bekerja saling menguatkan. Ketika jantung bekerja terlalu cepat akibat efek kedua senyawa tersebut, maka beban yang ditanggungnya akan meningkat sehingga lama-kelamaan akan cepat rusak.

Menurut Dr Aulia, rokok sendiri merupakan faktor risiko paling utama pada berbagai kasus gangguan jantung dan pembuluh darah. Sebagai faktor risiko serangan jantung, rokok bahkan lebih bahaya dibandingkan hipertensi dan riwayat kencing manis atau diabetes mellitus.

Selain mengancam jantung, rokok juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis lainnya terutama kanker. Sedangkan pada perempuan, berbagai senyawa racun dalam rokok juga bisa mengganggu pertumbuhan janin selama masih berada dalam kandungan.

Selain itu, penelitian tahun 2007 pernah mengungkap bahwa kopi memang bisa mempengaruhi kebiasaan merokok. Seseoran yang sedang ingin berhenti merokok sering gagal gara-gara masih minum kopi, yang dalam ingatannya terlanjur lekat dengan aktivitas merokok.

Kafein Tingkatkan Kekuatan Otot Kakek Nenek



img

Kakek nenek sebaiknya beristirahat saja di rumah, itu anggapan para kaum muda jika melihat lansia. Lansia dinilai lembek dan lemah karena berkurangnya massa otot dan tulang. Ada ramuan sederhana yang membikin kekuatan otot lansia tetap fit, yaitu kopi. Penelitian menemukan bahwa minum kopi dapat meningkatkan kekuatan otot-otot tua.

Seiring bertambahnya usia, otot-otot lansia secara alami berubah dan melemah. Akibatnya, aktifitas sehari-hari jadi terganggu dan lebih sulit dikerjakan. Menurut peneliti, kafein bisa membantu mempertahankan kekuatan lansia serta memperkecil kemungkinan terjatuh dan cedera.

Dalam pertemuan Society for Experimental Biology, para ilmuwan di Universitas Coventry menjelaskan bahwa kafein membantu otot menghasilkan kekuatan lebih. Untuk pertama kalinya, kafein ditemukan mampu meningkatkan kekuatan otot lansia lewat penelitian pada tikus.

Kafein adalah zat stimulan yang banyak ditemukan dalam kopi dan minuman ringan. Para ilmuwan memfokuskan penelitiannya pada 2 otot yang berbeda, yaitu diafragma, otot yang digunakan untuk bernapas dan ekstensor digitorum longus, otot kaki yang digunakan untuk bergerak.

Peneliti menemukan bahwa kafein mampu meningkatkan kinerja pada 2 otot tersebut. Efek ini tidak terlihat pada anak-anak dalam masa perkembangan. Zat stimulan tersebut mampu memperkuat otot-otot pada tikus tua, tetapi efeknya kurang terlihat pada tikus dewasa yang masih fit.

"Meskipun efeknya kurang pada tikus dewasa, kafein nampaknya masih bermanfaat meningkatkan kinerja otot. Dengan menjaga gaya hidup yang aktif secara fisik, manfaat kafein dalam meningkatkan performa ini bisa terbukti pada populasi yang lebih tua," kata peneliti, Jason Tallis,

Konsumsi kafein telah ditemukan dapat meningkatkan proses berpikir dan meningkatkan kemampuan daya ingat di kemudian hari. Namun dosisnya harus diperhatikan dengan seksama. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan tubuh membuang kalsium, nutrisi yang penting bagi kekuatan tulang.

Kafein juga telah ditemukan dapat meningkatkan tekanan darah. Maka, beberapa dokter merekomendasikan kopi sebaiknya diminum paling banyak 2 gelas per hari. Pada pasien hipertensi, asupan kopinya perlu diperhatikan dengan lebih teliti.

Kecanduan Kopi Disebabkan Karena Defisiensi Dopamin


img

Orang biasanya rutin mengonsumsi kopi untuk mengatasi kecemasan, menghilangkan kantuk dan supaya otak lebih fokus. Tetapi jika seseorang telah kecanduan kafein kopi, akan timbul gejala penarikan jika Anda berhenti mengonsumsi kopi.

Kafein merupakan stimulan kimia alami yang disebut trimethylxanthine yang bersifat adiktif. Kafein terkandung dalam beberapa makanan dan minuman lain seperti coklat dan teh, tetapi kandungan kafein terbesar adalah pada kopi.

Kafein tersebut merangsang otak untuk menghasilkan dopamin neurotransmitter dengan menduduki reseptor adenosin otak. Adenosine inilah yang mempengaruhi rasa kantuk seseorang.

Dopamin meningkatkan suasana hati dan mencegah depresi.Dopamin juga membantu memberikan motivasi dan kontribusi terhadap gerak sadar tubuh.

Kafein menyebabkan tubuh memompa adrenalin lebih cepat, sehingga tubuh akan terasa lebih waspada setelah mengonsumsi kafein.

Kafein juga dapat membantu mengatasi serangan asma dengan meningkatkan denyut jantung, dan melebarkan saluran bronkial, karena adrenalin terpacu dengan cepat.

Tetapi, ketika kafein memompa adrenalin dengan cepat, hormon kortisol perlahan terbentuk. Jika siklus ini sering diulang, kadar hormon kortisol meningkat dan menimbulkan efek seperti kelelahan, kecemasan, kegelisahan, lekas marah, dan menurunkan kekebalan.

Gejala tersebut sering disebut dengan kecanduan kafein. Dan ketika seseorang mengurangi frekuensi kebiasan minum kopi atau berhenti minum kopi sama sekali, dapat mengalami gejala penarikan seperti sakit kepala, lekas marah, depresi ringan, dan berkabur mental.

Menurut para ahli, gejala tersebut hanya akan terjadi jika kafein tidak mampu merangsang otak untuk menghasilkan dopamin dalam jumlah yang mencukupi atau kekurangan dopamin.

Banyak ahli yang mempertimbangkan untuk mengatasi gejala penarikan dari kecanduan kafein dengan meningkatkan dopamin secara alami.